Kamis, 27 November 2014

Tiga kemungkinan Keputusan kurikulum 2013 (berita tetangga)

Hasil kesimpulan tim evaluasi Kurikulum 2013 yang dibentuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan akan ada tiga kemungkinan keputusan atas Kurikulum 2013.

"Dari evaluasi akan diputuskan, apakah akan dilanjutkan dengan yang sekarang, dikoreksi atau ditunda. Itu pilihannya," kata Anies yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (27/11/2014).

Anies mengatakan evaluasi akan menghasilkan kesimpulan tingkat masalah Kurikulum 2013. Inilah yang akan menentukan nasib Kurikulum 2013 apakah ditunda implementasinya atau tidak.

"Kalau memang masalahnya bisa diperbaiki, kita perbaiki. Kalau masalah itu parah, repot untuk memperbaikinya, ya, ditunda," kata Anies

Merespon berbagai keluhan guru dan siswa soal Kurikulum 2013, Anies membentuk tim evaluasi yang terdiri dari perwakilan sejumlah pihak. Selain dari pakar ilmu kurikulum, tim ini juga diisi oleh perwakilan guru, guru SD, SMP, dan SMA.

Kemendikbud menargetkan keputusan final nasib Kurikulum 2013 ini akan diumumkan Desember mendatang sebelum semester 2 tahun ajaran 2014/2015 dimulai.


Lukisan Lumpur Azalia Devi



Rabu, 26 November 2014

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik

Kurikulum 2013 meminta penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dapat disamakan dengan suatu proses ilmiah, sehingga pendekatan saintifik dapat disebut juga pendekatan ilmiah. Pendekatan ini lebih mengedepankan pelararan induktif dibandingkan dengan penalaran deduktif.

Penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Metode ilmiah pada umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, eksperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
a. Mengamati
Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat)

b. Menanya
Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).

c. Mengumpulkan informasi/eksperimen
- melakukan eksperimen
- membaca sumber lain selain buku teks
- mengamati objek/kejadian/aktivitas
- wawancara dengan narasumber

d. Mengasosiasikan/mengolah informasi
- mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
- Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.

e. Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.


SekolahDasar.Net | 26/06/2014 | #Kurikulum 2013 #

Indahnya berlibur ke pantai


Cara Mengembangkan Kecerdasan Linguistik

Permainan agen informan memfasilitasi siswa mempunyai kecerdasan linguistik.
Permainan agen informan adalah permainan yang bertujuan mengembangkan kecerdasan linguistik siswa dengan cara siswa menjadi sumber informasi dengan media gambar sebagai batasan info yang diberikan sesuai tema pembelajaran. Tujuan permainan agen informan ini adalah memfasilitasi siswa yang mempunyai kecerdasan linguistik bagus sehingga bisa memberi contoh pada temannya dan sekaligus sebagai wahana ekspresi serta sarana pengembangan kemampuan bagi siswa yang kecerdasan linguistik belum berkembang.

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang pandai mengolah kata dan kalimat dengan baik saat berbicara ataupun menulis. Siswa dengan kemampuan berbicara yang baik merupakan salah satu kreteria siswa yang baik, kerena dengan kemampuan tersebut siswa dapat menjalankan proses komunikasi efektif dalam belajar sesuai tema sehingga tujuan dalam belajar mudah tercapai.

Langkah-langkah kegiatan dalam permainan agen informan:

  • Semua siswa berperan sebagai agen informan dan sebagai pencari informasi.
  • Siswa membawa gambar sesuai tema.
  • Siswa yang membawa gambar dan sebagai agen informan harus memahami maksud gambar dengan baik sebagai bahan informasi yang akan diberikan kepada teman yang butuh informasi pada proses pembelajaran berlangsung.
  • Siswa sebagai agen informan memasang gambar di punggung masing-masing.
  • Siswa mencari informasi sebanyak-banyaknya dari gambar yang di pasang pada punggung agen informan. Pada kegiatan inilah siswa mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan linguistik secara efektif melalui teman sejawat. Siswa sebagai agen informan memberi informasi secara lengkap sesuai gambar sebagai bahan batasan untuk menjelaskan sesuai tema dan memberi kesempatan kepada pencari informasi untuk bertanya dengan baik tentang hal yang dibutuhkan sesuai tema. Pada kegiatan ini siswa juga di fasilitasi dalam pemgembangan kecerdasan motorik, karena siswa melakukan gerakan di seluruh lingkungan kelas dalam mencari informasi pada punggung agen informan.
  • Siswa melakukan refeksi kegiatan pembelajaran dan saling memberi informasi tentang teman yang bagus berperan sebagai agen informan beserta alasan penilaian. Guru melakukan kegiatan ini dengan tujuan siswa yang menilai temannya bagus dalam agen informan bisa mencontoh untuk dirinya sendiri.
  • Siswa dengan panduan guru melakukan brainstorming dalam rangka menyamakan persepsi tentang tema yang diangkat dalam proses pembelajaran.

Permainan agen informan bisa dipakai di lingkungan sekolah maupun proses pembelajaran di rumah. Permainan ini bisa diterapkan pada tema apapun yang bisa diwakilkan dengan gambar sebagai batasan terhadap perluasan kecerdasan linguistik. Semoga permainan ini bermanfaat untuk para guru dan orang tua dalam mengefektifkan kecerdasan linguistic siswa dan ananda tersayang.

*) Oleh: Louis Ifka Arishinta, Guru SD Muhammadiyah 9 Malang

SekolahDasar.Net | 26/11/2014 | #kecerdasan #Pembelajaran Kreatif #Tulisan A

Selasa, 25 November 2014

HUT PGRI

hidup guru

hidup PGRI

K13 mendorong guru untuk kreatif (berita dari tetangga)

Kelas yang indah dan nyaman adalah idaman bagi setiap guru dan siswa. Bahkan orangtua maupun wali muridpun tentu akan senang dan bahagia jika anak-anaknya berada di kelas yang bersih. Kelas yang indah dan bersih tentulah sangat didambakan, apalagi bagi guru-guru kelas yang terlibat di dalamnya. Kadangkala, sebuah kelas yang nyaman, tidak terlepas pengaruhnya dari campur tangan guru kelasnya. Guru kelas yang kreatif dan inovatif senantiasa berusaha mencari solusi apa saja, dan bagaimana caranya supaya dapat menciptakan sebuah kelas yang nyaman, yang tentu saja disukai oleh siswa-siswanya.

Munculnya kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013, telah mendorong para guru untuk mulai memikirkan cara pengaplikasiannya dan penerapannya di kelas. Kurikulum ini menempatkan hasil karya siswa sebagai salah satu komponen yang sangat penting yang harus dijaga dan disimpan dalam bentuk portofolio siswa. Banyak manfaat yang kita rasakan, ketika kita sudah mulai bisa memahami makna dan tujuan dari Kurikulum ini, terutama ketika kita mulai harus mencoba mempraktekkannya, salah satunya adalah kurikulum ini mengajarkan kepada kita untuk teliti, rapi dan rajin dalam mengumpulkan hasil pekerjaan siswa di kelas.

Hasil pekerjaan siswa tersebut bisa kita manfaatkan sebagai pajangan untuk hiasan kelas yang menarik, selain manfaatnya yang sangat besar dalam memotivasi siswa untuk berkarya, pekerjaan siswa juga bisa meringankan para guru kelas dalam membuat hiasan kelas yang menarik. Selain daripada itu, keuntungan mengumpulkan hasil karya siswa juga telah membawa kita untuk senantiasa melakukan penghematan energi, yaitu hemat dalam penggunaan bahan, baik pemakaian bahan-bahan yang bisa didaur ulang maupun usaha kita untuk menghemat tenaga, contohnya kertas.

Hasil kerja siswa yang ditulis di kertas bisa kita manfaatkan sebagai pernak-pernik hiasan kelas, karena sudah diselesaikan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Selain daripada itu semua bahan yang kita gunakan adalah bahan yang biasa digunakan oleh siswa dalam belajar. Oleh sebab itu, banyak sekali manfaat yang bisa meringankan kerja guru, namun mampu membuat guru menjadi lebih kreatif dan bijaksana dalam mengelola kelasnya.

Referensi berikut ini, barangkali bisa menjadi bahan pertimbangan maupun ide bagi para guru kelas terutama yang mengajar di SD, untuk bisa lebih kreatif dan inovatif menciptakan suasana lingkungan kelas yang nyaman, bersih dan indah. Selain kita bisa menerapkan kurikulum 2013 dengan bijaksana dan profesional, para siswa pun akan merasa puas, betah dan senang berada di dalam kelasnya. Dan tentu saja dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar.

Pertama-tama, marilah kita tata susunan tempat kita akan memajang hasil karya siswa. Pilihlah karya-karya yang terbaik, tempatkan karya-karya tersebut pada bagian paling atas, susun sedemikian rupa hingga space yang dipakai dapat dihemat, dan bisa dipakai untuk hasil karya yang lain. Lihat gambar.

Siapkan juga map untuk masing-masing siswa, sebagai tempat hasil pekerjaannya, pajangan yang sudah dipajang beri batas waktu, misalnya paling lama dipajang selama 1 semester, semester berikutnya ganti pajangan pekerjaan siswa dengan yang baru, agar terciptanya suasana yang baru di dalam kelas. Ketika acara pembagian rapor, kumpulkan semua karya siswa yang dipajang di papan pajangan kelas dan masukkan ke dalam folder yang disiapkan tadi, maka jadilah portofolio siswa untuk 1 semester.

Apabila sudah dinilai oleh guru, berikan portofolio siswa tersebut ke orang tua siswa, agar bisa dijilid menjadi satu. Jadikan sebagai hasil kerja siswa selama mereka menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, simpan dengan rapi, suatu saat nanti ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya, hasil karya mereka di Sekolah Dasar masih bisa mereka lihat sebagai kenang-kenangan yang indah. Wow…keren khan..

Nah, teman-teman sesama guru kelas, mari kita ciptakan kelas yang indah dan menarik agar suasana nyaman benar-benar terasa di kelas kita, sehingga anak didik kita betah untuk belajar di dalam kelas, kitapun sebagai guru akan semangat memberikan pengajaran kepada mereka, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga perjuangan para guru untuk menciptakan generasi yang terampil, berwawasan luas dan inovatif dihitung sebagai ladang amal kita kelak di akhirat…amin,,,

Jadi ingat lagu Kurikulum 2013, yang iramanya seperti lagu “Tenda Biru” dinyanyikan oleh Desy Ratnasari. Tentu masih ingatkan..?

Tanda Baru

Tak sengaja lewat depan kelasmu
Kumelihat ada tanda baru
Dihiasi gambar dan puisi
Aku bertanya karya siapakah ini

Kupercaya hasil murid kreatif
T’lah diajar guru yang inovatif
Yang membuat murid menjadi aktif
Sehingga kelas menjadi atraktif

Tanpa menunggu perintah dari atasan
Kau coba ide tanpa menjadi beban
Tak banyak cakap kau buat murid senang
Kau kreasikan pembelajaran yang terkenang

Kau yakin itu sepenuh hati
Untuk membangun generasi nanti
Tak lelah jua kau berkreasi
untuk penuhi panggilan profesi

*) Ditulis oleh : Delta Nia, S.Pd, M.Pd. Guru SDIT Al Ittihad Rumbai-Pekanbaru
SekolahDasar.Net | 24/11/2014 | #Kurikulum 2013 #Pembelajaran K

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2014/11/kurikulum-2013-mendorong-guru-untuk-kreatif.html#ixzz3K4c0qFjv